Sabtu, 21 Desember 2013 12:42 wib
Ilustrasi ( Foto : Okezone)
Pengamat Perencanaan Pembangunan, Syahrial Loetan, mengungkapkan meskipun masih mengandalkan konsumsi domestik, namun prospek ekonomi 2014 dinilai memiliki peluang positif bagi Indonesia.
"Upaya mewujudkan peluang positif itu, harus dilakukan dengan memperhatikan empat kelambanan yang selama ini terjadi," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/12/2013).
Syahrial mengungkapkan, ada beberapa langkah yang harus dicermati pemerintah, seperti upaya memperkecil transaksi berjalan, yang ternyata cukup berat di tengah keadaan dimana impor cukup tinggi dan ekspor melemah.
Sementara itu, upaya perbaikan struktural di dalam negeri tidak kunjung tuntas. Banyak kebijakan yang dilahirkan, namun lemah di dalam implementasinya.
"Sebagai contoh dalam konsep diversifikasi energi yang sudah lama didengungkan, namun nyatanya tidak dijaga konsistensi dalam melaksanakan kebijakan tersebut, yang salah satunya berdampak kepada tingginya angka subsidi yang harus disediakan pemerintah di dalam APBN," jelas dia.
Padahal, lanjutnya, periode 2010-2011 tercatat perekonomian Indonesia banyak diuntungkan dengan tingginya harga komoditas pokok seperti kelapa sawit dan batubara. Oleh sebab itu, neraca perdagangan Indonesia cenderung positif.
Namun hal sebaliknya terjadi pada 2012-2013, yaitu kecenderungan negatif karena anjloknya harga komoditi ekspor Indonesia, akibat berbagai alasan. Antara lain, melemahnya permintaan di beberapa tujuan ekspor Indonesia, sehingga mengganggu nilai tukar Rupiah terhadap beberapa mata uang kuat dunia. ()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar