Selasa, 24 Desember 2013 08:19 wib
Ilustrasi ( Foto : Setkab)
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, terutama setelah di rilisnya kenaikan pertumbuhan GDP AS yang seolah semakin membuat Rupiah kian terpuruk.
"No hope for Rupiah for a while, mungkin itu adalah kata-kata sementara ini yang dapat digambarkan untuk laju Rupiah hingga akhir tahun 2013," ucapnya dalam riset di Jakarta, Selasa (24/12/2013).
Reza menambahkan, meski di akhir pekan kemarin, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa pertumbuhan utang luar negeri terus melambat pada Oktober 2013 yang mencapai USD262,4 miliar juga tidak membuat laju Rupiah kian membaik.
Padahal laju USD sempat melemah terhadap Yen (¥) seiring aksi ambil untung terhadap USD jelang akhir tahun namun, juga tidak terlalu dapat memberikan sentimen positif bagi Rupiah.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp12.260-12.238 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).
"Laju Rupiah di atas target support
Rp12.260 per USD," jelas Reza.
Sebelumnya, pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan terbatas. Walaupun menguat, sore ini Rupiah ditutup masih bertahan di level Rp12.200 per USD.
Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) ditutup pada level Rp12.203 per USD. Dalam pergerakan hariannya, rupiah menyentuh level tertinggi di Rp12.191 per USD, namun sempat menyentuh di Rp12.260 per USD. (kie) (wdi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar